Senin, 27 Februari 2012

Modifikasi RX 8

Patut diakui sejak mewabahnya film The Fast & The Farious ditambah dengan film variasinya yang bertemakan Tokyo Drift memang banyak membuat anak muda seakan terinspirasi akan gaya modifikasi yang beragam dari film tersebut. Mulai dari sekadar permainan kelir warna, spoiler ala racing look, sampai spec mesin yang gila-gilaan, sampai-sampai ada yang menganggap film tersebut sebagai kiblatnya modifikasi.Salah seorang yang turut terjangkit efek film itu adalah Ridwan Harso. Sejak di tayangkannya Tokyo Drift yang mana banyak mengumbar tampilan mobil-mobil modifikasi dan juga pertarungan balap drifting di Tokyo, ia mendadak tergiur hingga akhirnya membuatnya menuangkan konsep racing look di Mazda RX 8 keluaran tahun 2005 miliknya.Memang terlihat konsep yang dipakai oleh Ridwan tidak terlalu meyeleh, tapi untuk seukuran RX8 hal tersebut sudah cukup mendominasi visualnya. Bahkan setelah memodifikasi kendaraanya beberapa waktu lalu, mobil kebangganya tersebut sempat merajai di berbagai macam kontes modifikasi antara lain, Best Mazda Ocean Park BSD, Best Mazda Automaxx WTC Mangga 2, Best Mazda PEN University, dan juga Best Mazda Auto Black Through Sabuga Bandung. Cukup banyak kan…Lama pengarapan mobil ini memang tergolong panjang, “pengerjaanya kurang lebih hampir memakan waktu setengah tahun lebih. Rata-rata bukan karena kesusahan masalah parts atau piranti modifikasinya, namun memang sengaja di garap bertahap sekaligus nyicil dari tabungan,” canda Ridwan yang merupakan penggurus dari komunitas New Dimension.
Seperti yang diterapkan dari awal, dengan adanya konsep racing look, maka pengerjaan utama difokuskan pada tampilan kendaraanya. Mulai dari pemasangan jubah spoiler atau body kit dan duck tail keluaran Ing’s+1, tampilan lampu utama yang diinstal HID super vision 8000k dan juga penerapan custom ala eagles eyes sampai dengan pemasangan cutting stiker bernuansa sport. Setalah itu, bagian kaki-kaki juga menjadi target utamanya terlebih urusan pelek yang dinilai sangat memiliki nilai lebih untuk diubah nuansa standarnya menjadi racing look, oleh karena itu Ridwan menempelkan pelek keluaran Volk Ray Gtv berukuran 19' 9,5-10,5 yang dikolaborasi dengan si karet bundar keluaran Accelera berdimensi 245/35/R19 untuk depannya dan 265/19/R19 di belakangnya. Tak hanya ingin sporty di bagian luar saja, tapi Ridwan juga mengembangkan bagian dalam atau interiornya. Alhasil, beberapa renovasi dilakukan guna mendapatkan nuansa sporty seperti, pemasangan  gearnob MOMO, cutting stieker dengan motif dry carbon sampai perangkat tubro timer pivot.
Sektor interior yang mengalami perubahan diantaranya headunit Pioneer 8650, tv 15" dan DVD dari AVT, perangkat power audio Quart 4-kanal, power monoblock (2 set), speaker depan Pure Sound 3-way, speaker belakang Kicker coaxial 6" subwoofer Consonant 12" (2 piece) serta kapasitor bank Intersys (3 piece). Sedikit masalah timbul saat Ridwan mencoba menerapkan car soundnya, bukan karena sulit menyeting soundnya, namun spacenya alias tata ruangnya, “maklum RX8 kan space bagasinya cukup minimalis, jadi yah musti benar-benar persisi dan sedikit main akal-akalan agar masuk dengan rapih,” tutup Ridwan yang juga menambahkan custom melalui kaca acrilic dan lampu led.Tampang sporty tanpa didukung dengan tenaga yang sedikit beringas untuk mendapatkan fell adrenalinnya dirasa sangat kurang. Jadi Ridwan sedikit menyentoh sector mesinnya dengan memasang airfilter K&N, Pivot ground wiring dan juga perangkat pembuangan yang kelaur melalui lubang knalpot Tanabe Catchback yang dirasa dapat sedikit menaikan performa mobil kesayangannya tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Car Cursors at www.totallyfreecursors.com