Rabu, 29 Februari 2012

Modifikasi Honda

Mungkin bagi sebagian orang masih akan merasa sayang bila memiliki mobil premium layaknya Honda Odyssey untuk dimodifikasi. Namun hal tersebut nampaknya tidak berlaku bagi Angga yang juga merupakan pemilik dari Odyssey lansiran 2008 yang telah dimodfikasi.


Apa yang dimodifikasi yah ? mungkin ada yang mengatakan demikian bila hanya melihat dari tampak luarnya saja, namun bila Anda sudah masuk ke area kabin terlebih melihat instalasi audionya, barulah Anda akan terpengah-pengah melihatnya.

Mengakali modifikasi rupanya tak harus dengan melakukan rombakan total pada kendaraan, terlebih bila kendaraan yang mau dimodif itu merupakan kendaraan premium alias kendaraan mahal, namun dengan memodifikasi di sektor lain layaknya audio rupanya juga dapat mendatangkan prestasi tersendiri. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Angga saat mengikuti gelaran final battle Clas Mild Accelera Auto Contest 2010 lalu yang merebut gelar ke- 3 dikelas FFA dual listening.

Namun untuk kategori ini, apa yang dilakukan Angga rupanya juga cukup menunukan keseriusannya, buktinya ia sampai habis-habisan menjejali perangkat-perangkat audio bertaraf hi-end ke dalam MPV premium keluaran Honda ini. Bukan hanya itu saja, dalam menjejali instalasinya ia juga harus melakukan renovasi juga pada sektor kabinnya seperti, sedikit membobok sektor dasboardnya hanya untuk memasukan perangkat midbass dan juga pastinya merenovasi bagian kabin belakangnya.

Jantung suara bawaan pabrik telah digantikan dengan head unit F1 Status keluaran Alpine yang bersandang rapih dengan perangkat pengolah suara speaker depan 3 way MPZ Studio dan subwoofer MPZ Studio. Sedangkan disektor belakangnya terdapat power amplifer yang digunakan sebagai penguat sinyal suara keluaran Audison Venti sebanyak empat unit yang super dupe hi-end, yang juga merupakan salah satu amplifier terbaik di car audio. Kemudian diteruskan dengan penstabil arus tegangan keluaran Barx yang menjadikan hasil dari output suaranya benar-benar matang, alias ciamik.

Mau tau kan bagaimana mengenai kualitas suara dari mobil tunggangan Angga ini, simak aja ulasan ringgannya seperti yang biasa tim BosMobil lakukan.  Peninjauan pertama terletak pada bagian sound stagenya, yang merupakan visualisasi dari segi panggung yang tersaji pada MPV premium ini. Pada penilaian ini, tim menemukan sisi ke dalaman dan juga ketinggian panggunya yang sangat luar biasa, hampir bisa dikatakan sempurna. Posisi suara berada pada “eye level” dan terasa seakan berada di luar kaca depan, namun ada sedikit minusnya yaitu lebar panggung terkesan biasa saja.

Masuk ke peninjauan ke dua yaitu, imagingnya atau merupakan kiasan dari gambaran posisi penyanyi ataupun sumber-sumber lain yang ada berdasarkan letak dengan batasan antara kiri dan kanan, sehingga dashboard bayangkan sebagai sebuah panggung yang lebar dan mempunyai batasan antara kiri dan kanan. Pada sesi ini tim Bosmobil menemukan focusing suara yang cukup baik, tidak ada shifting dan sparasinya juga cukup nyata. Minus yang didapat adalah segi layeringnya sedikit kurang terasa dan khusus pada sektor right center lebih cenderung berdekatan dengan rightnya.
Berlanjut ke sisi peninjauan selanjutnya yaitu tonal accuarynya atau diartikan sebagai titik kejernihan suara dari instalasi sound systemnya, pada sektor ini attack pada sub dan midbass sedikit kurang keluar walau sesungguhnya memiliki deep, tight dan extend yang baik. Untuk sektor mid highnya nuansa mewah sangat jelas terasa, hanya saja need more dynamic sedikit lagi.

Peninjuan Overall spectral balancenya terasa sangat stabil baik untuk normal ataupun pada higher volumennya, begitu pula pada kontroling powernya yang dinilai oleh tim cukup sangat bagus. Langsung menuju sektor peninjauan yang terakhir yang merupakan sisi penilaian mengenai keseluruhan perangkat instalasi audionya dan bagaiman menikmatinya atau lebih sering dikenal dengan nama listening pleasure. Pada bagian ini secara keseluruhannya karkateristik dari system yang diterapkan terbilang sangat nyaman untuk didengar harian, akan tetapi untuk di beberapa lagu yang memiliki unsur rock dinilai kurang dapat memacu adrenalin untuk meningkat.
Uji dengar CD EMMA 2009-2010 ;

Putaran Track 5 : Alunan Flute sangat mellow dan natural, sedangkan untuk gitar bass sangat fokus dengan ketinggian yang terbilang sempurna.
Putaran Track 18 : Layering antara gitar bass dengan kick drum tidak terasa shingga seakan berada pada titik yang sama. Untuk hentakan kick drum dan simbal seperti kekurangan energy walau sebenarnya tonalitas sangat baik.

Data&fakta :
Audio : Headunit - F1 Alpine F1 Status, Speaker - MPZ 3 Way MPZ Studio, Power Amplifier – Audison Venti 4 pcs, Capasitor bank – Brax, Aki – Rocket. Workshop : Gen-X

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Car Cursors at www.totallyfreecursors.com