Rabu, 29 Februari 2012

Modifikasi Avanza

Sekilas melihat tampilan Xenia milik Eddie Soesanto memang tak pantas bila dibanding atau disejajarkan dengan mobil-mobil modifikasi lainya yang berpenampilan racing, sporty mau pun elegan. Karena modifikasi yang dilakukan pria berambut panjang ini memang tidak mengarah kesana, namun bila bicara mengenai audio dan segala perangkatnya, boleh diadu kemampuannya.
Eddie yang telah cukup lama berkecimpung di dunia audio bahkan telah mengelola sebuah workshop car audio, Cartens Autosound di kawasan Jakarta Selatan tersebut sengaja menginstal car sound system di Daihatsu Xenia lansiran 2006 miliknya yang memiliki performa cukup mempuni untuk mengikuti berbagai ajang kontes audio, jadi bukan semata-mata hanya dijadikan sebuah alat entertainment atau pelengkap di kendaraan saja.
Alhasil, dari upaya yang terus dikembang oleh Eddie membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Di beberapa kontes audio ia sukses mendapatkan nama besarnya, bahkan dalam ajang EMMA Ancol AudioBlast 2010 yang terselenggara beberapa waktu lalu, Eddie berhasil dinobatkan sebagai juara pertama di kelas entry level atau 15 juta.
Sound Dress Up:
Dalam menghasilkan olah suara yang mempuni, Eddie telah banyak bekerja keras menginstal perangkat audio car systemnya layaknya sebuah band yang rajin berlatih. Sebelum pemasangan segala perangkat instalasinya, ia menata penempatanya terlebih dahulu, karena salah satu segi penilaian yang tidak kalah penting dalam kontes audio adalah tata panggungnya atau lebih nyentrik dikenal dengan staging imaging.
Untuk pengontrolan sound dan sebagai jantung audio ia mengaplikasikan head unit keluaran Alpine CDA-9887. Masuk ke bagian saluran penghasil suara, terlihat perangkat speaker dari Crescendo Opus 8.9a. Sesudah itu, untuk urusan high frekuensinya disempurnakan dengan adanya pemasangan midrange Crescendo MB 3, sedangkan sebagai penghasil suara rendahn atau midbassnya ia menyematkan Crescendo MG6.
Lanjut kebagian instalasi penghasil suara rendah atau lebih dikenal dengan subwoofer, ia masih mempercayakan subwoofer keluaran Crescendo Etude 2.10 yang dikolaborasikan dengan penguat signal suara dari Amplifier Genesis Profile 5. Pemasangan perangkat ini tentunya membutuhkan ruang atau space yang cukup lebar, karena itu Eddie memanfaatkan ruang kabin di bagian belakang yang telah diatur sedemikian rupa sehingga tertata dengan apik.
Tak cukup dengan itu semua, untuk alurnya ia memilih menggunakan kabel Speaker Concerto Harmonic Harmony dan kabel RCA Interlude Upgrade Harmonic Harmony. Sebagai penambah daya, maka perlu dilengkapi dengan batere kapasitor atau batcap, untuk itu dipercayakan dengan produk X static XA 400 sebanyak 2 unit. Sebagai fungsi pembatas frekwensi range dan juga untuk mendapatkan kualitas suara audio yang telah terangkai tadi, tak salah bila Eddie juga memasang crossover passive yang telah di custom.
Tester Sound :
Tak hanya sekadar membahas apa yang di instalasi pada Daihatsu Xenia sang jawara saja, team bosmobil juga menyempatkan diri untuk mengetes kualitas suaranya secara langsung. Untuk lebih lengkapnya kita simak sedikit mengenai pembahasan ala bosmobil.
Pada segi sound stage, setelah ditest ternyata hasilnya very good alias sangat baik. Penilaian ini ditunjang melalui tingkat ketinggian panggung yang sangat baik, namun ada sedikit kurangan dalam tingkat kedalamannya. Masuk ke bagian penataan atau imagingnya, ternyata hasil riset team bosmobil mendapatkan fokus suara yang sangat baik. Bahkan tidak hanya itu saja tingkat separasinya juga sangat jelas, yang membuat cutting freqnya baik sekali dan menutupi sisi layeringnya yang dirasa masih minim atau tidak optimal, namun bagi bosmobil hasilnya masih sangat baik sehingga tinggkat penilainnya tergolong excellent.
Masuk ke penilaian berikutnya, hasil seting tonal accuarynya mendapatkan posisi ditingkat yang bagus. Namun seperti ada pepatah, tidak ada yang selalu sempurna, begitu juga dengan penilaian yang dirasakan oleh team bosmobil, walaupun tonalnya cukup baik akan tetapi masih ada kekurangan di subnya yang kurang dalam. Selain itu perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi atau lebih dikenal dengan artikulasi dari midbass sedikit kurang nyata namun masih terasa jelas. Sedangkan yang keluar dari midnya sangat sempurna tidak menyerong kemana-mana. Pindah ke penilaian overall spectural balancenya dirasa cukup baik, hanya kurang di segi dynamic yang pada putaran tingginya cukup terasa.
Segi penilaian yang tak kalah penting adalah pada tingkat listening pleasure atau kepuasan saat mendengarkan suara yang keluar dari system. Tingkat ini memang cukup variatif, karena menyangkut semua aspek mulai dari  tonal balance, separasi, layer, imaging dan semuanya. Dan nilai yang diraih oleh Xenia milik Eddie ini ada di tingkat very good alias cukup baik juga berkualitas.
Uji Dengar CD EMMA 2009/2010 :
-          Track ke tiga, imaging untuk sparasi tiap-tiap posisi cukup baik karena suara tidak mengalami gejala. Selain itu shifting dan ketinggian fokus secara horizontal juga lumayan baik. Hasilnya cukup baik semua yang keluar layakanya di sebuah panggung, ada porsinya masing-masing sehinga harmonisasinya terjaga.
-          Pada putaran track ke empat, kalau pada umunya sering  muncul peak pada frekuensi mid dan high lownya, namun setelah mendengarkan dengan seksama sistem di Xenia milik Eddie ini sangat baik sehingga listening pleasurenya sangat optimal dan benar-benar dapat dinikmati.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Car Cursors at www.totallyfreecursors.com